[Tutorial] Entri Simpanan Rencana Pada Software Koperasi 3in1

[Tutorial] Entri Simpanan Rencana Pada Software Koperasi 3in1

Entri Simpanan Rencana Pada Software Koperasi 3in1, dapat dilakukan dengan langkah sbb :
1. Pertama tentukan Kode Transaksi Simpanan untuk Produk Simpanan Rencana yang akan dibuat dengan klik menu Customer Service > Kode Transaksi. Bisa dengan edit Kode Transaksi Simpanan yang sudah ada, apabila No. Account Simpanan sama dengan Produk lainnya. Namun apabila No. Account nya berbeda dapat menambah Kode Transaksi Baru.

simpananrencana1

2. Selanjutnya tambah Produk Simpanan baru klik menu Customer Service > Produk Simpanan. Pastikan Produk Simpanan yang ditambahkan diset dengan Jenis Simpanan Rencana.

simpananrencana2

3. Bila Produk Simpanan Rencana telah ditambahkan, langkah berikutnya Entri Data Anggota yang akan ikut serta dalam Simpanan Rencana, dengan klik menu Customer Service > Simpanan. Pastikan Produk Simpanan diset Ke Produk Simpanan Rencana yang telah dibuat tadi.

simpananrencana3

4. Berikutnya untuk membuat Transaksi Simpanan Rencana klik menu Customer Service > Simpanan Rencana. Tentukan Target Saldo yang diinginkan pada kolom Nominal, dan Bagi Hasil nya apabila target Saldo dipenuhi. Tentukan juga Anggota yang ikut serta dalam Simpanan Rencana.

simpananrencana4

simpananrencana5

simpananrencana6

5. Selanjutnya untuk Entri Setoran Simpanan Rencana dapat menggunakan Setoran Kolektif, dengan klik menu Front Office > Simpanan > Setoran Simpanan Kolektif. Langkah mudah untuk entri transaksi adalah Produk Simpanan diset ke Produk Simpanan Rencana, lalu klik tombol Refresh. Apabila Data Simpanan Rencana Anggota telah muncul ketikkan nominal setoran,lalu klik tombol Proses untuk menyimpan transaksi setoran.

simpananrencana7

simpananrencana8

[Tutorial] Impor Data Kantor Cabang ke Kantor Pusat pada Software Koperasi 3in1

[Tutorial] Impor Data Kantor Cabang ke Kantor Pusat pada Software Koperasi 3in1

Impor Data Kantor Cabang ke Kantor Pusat pada Software Koperasi 3in1 dapat dilakukan dengan langkah sbb :
1. Langkah pertama pada Kantor Cabang yang datanya akan diekspor, dan nantinya data tersebut akan diimpor pada Kantor Pusat. Berikut kondisi data pada Kantor Cabang.

imporcabang1 imporcabang2 imporcabang3

2. Untuk Ekspor Data Kantor cabang dapat klik menu Setup > Database > Ekspor Data Kantor Cabang.

imporcabang4

3. Berikutnya tentukan lokasi file Ekspor pada kolom File, dan tentukan data Kantor Cabang yang akan diekspor.

imporcabang5

4. Langkah berikutnya posisi pada Kantor Pusat yang akan mengimpor data Kantor Cabang. Berikut kondisi data pada Kantor Pusat.

imporcabang6 imporcabang7 imporcabang8

5. Untuk mengimpor data Kantor Cabang dapat dengan klik menu Setup > Database > Impor Data Kantor Cabang.

imporcabang9

6. Tentukan Sumber file yang akan diimpor pada kolom File, dan tentukan juga data yang diimpor sebagai data Kantor cabang yang mana. Hati-hari dalam menentukan kolom Kantor, karena apabila salah data kantor ybs akan dihapus diganti oleh data Kantor yang diimpor.

imporcabang10 imporcabang11

7. Setelah proses Impor Data Kantor Cabang telah selesai, berikut kondisi data Kantor Pusat setelah dilakukan proses impor data Kantor cabang.

imporcabang12 imporcabang13 imporcabang14 imporcabang15

Pengenalan SQL Untuk Pembuatan Laporan Custom Pada Software KSP (Bagian1)

Mengenal SQL Untuk Membuat Laporan Custom Bagian 1. Perintah SQL (Structured Query Language) adalah perintah yang umum digunakan untuk mengakses database.

Perintah SQL ini sendiri terdiri dari 2 jenis, yaitu DDL (Data Definition Language) berupa perintah untuk membuat atau mengedit objek, seperti membuat table dengan perintah Create Table. Yang satunya DML (Data Manipulation Language) berupa perintah untuk menampilkan data dari satu atau beberapa tabel secara bersamaan dengan satu perintah SQL. Pengenalan SQL ini diperlukan dalam pembuatan Laporan Custom, jadi jenis perintah yang akan dipelajari hanya yang jenis DML yang perintah SQL selalu diawali dengan kata select

Untuk belajar menggunakan perintah SQL dapat menggunakan MySQL Query Browser, dengan klik menu Start > All programs > MySQL > MySQL Query Browser.

belajarsql1

Setelah muncul form Login, isikan Password root yang sama seperti pada waktu Login MySQL Administrator pada saat install Software. Untuk kolom Default Schema diisi dengan nama database KSP 2 yaitu ksp_new atau ksp2.

belajarsql2

Setelah berhasil login pada MySQL Query Browser, secara otomatis akan aktif pada database ksp_new. Daftar nama tabel yang terdapat pada database dapat dilihat pada bagain Schemata. Nama Tabel sangat perlu diketahui dalam menggunakan perintah SQL.

belajarsql3

Setiap Tabel terdiri dari kolom, jadi selain Nama Tabel, Nama Kolom juga perlu diketahui. Untuk mengetahui kolom-kolom pada suatu Tabel cukup dengan klik tanda Panah yang berada pada samping Tabel, maka Daftar Kolom pada Tabel yang bersangkutan akan ditampilkan.

belajarsql4

Berikut ini adalah cara menuliskan perintah SQL sederhana untuk menampilkan data pada Tabel Account. Ketikan perintah SQL pada bagian SQL Query Area, dan untuk mengeksekusi perintah SQL dapat dengan klik Toolbar bergambar Petir yang keterangannya Execute the entered query. Apabila perintah SQL yang diketikan benar, maka data hasil query akan dimunculkan pada bagian bawah dalam bentuk Tabel.

Perintah SQL untuk men query data pada table selalu diawali dengan kata Select, kemudian diikuti dengan Nama Kolom yang inginkan ditampilkan. Apabila nama kolom yang ingin ditampilkan lebih dari satu, maka antara kolom satu dengan yang lainnya dipisahkan dengan tanda koma(,). Setelah kata Select dan daftar kolom, dilanjutkan dengan kata from lalu Nama Tabel. Nama Tabel harus sesuai dengan Daftar Tabel yang muncul pada bagian Schemata. Kemudian setelah Nama Tabel diikuti dengan kata Order By lalu Nama Kolom. Perintah Order By untuk mengurutkan data yang ditampilkan sesuai dengan Nama Kolom setelah kata Order by.

Pada contoh perintah SQL dibawah data diartikan sebagai berikut, tampilkan data dari kolom id, nama, dan headerid pada tabel account, dan data yang ditampilkan diurutkan secara Ascending (dari A-Z atau dari 0-9) berdasarkan kolom headerid dan id. Hasil dari perintah SQL ini adalah data pada kolom-kolom yang dimaksud akan dimunculkan semuanya.

belajarsql5

Untuk men filter data yang dimunculkan dengan perintah SQL, dapat menggunakan kata Where yang diikuti dengan parameter filter. Posisi dari kata Where adalah setelah Nama Tabel dan sebelum kata Order By. Pada contoh dibawah data yang dimunculkan hanya data account yang headerid nya 100 saja.
Untuk menampilkan semua kolom pada sebuah tabel, tidak perlu mengetikan semua daftar kolom nya satu per satu, namun bisa diwakili dengan tanda *

belajarsql6

Berikut adalah kata Like, yang dapat digunakan untuk filter data pada perintah SQL. Seperti contah berikut ini, penggunakan kata Like pada filter dapat dikombinasikan dengan tanda %. Tanda % untuk mewakili karakter apa aja. Jadi arti dari perintah headerid like ‘%10%’ adalah headerid yang memiliki data mengandung angka 10. Apabila perintahnya headerid like ‘10%’ adalah headerid yang memiliki data berawalan angka 10. Dan perintah headerid like ‘%10’ adalah headerid yang memiliki data berakhiran angka 10.

belajarsql7belajarsql8belajarsql9

Klik : DETAIL…!!!

Pengenalan SQL Untuk Pembuatan Laporan Custom Pada Software KSP (Bagian 2)

Pengenalan SQL Untuk Membuat Laporan Custom Bagian 2. Pada bagian ini akan dibahas menggunakan perintah SQL untuk query data lebih dari satu tabel.

sql2tabel1

Pada contoh diatas query data dari tabel Tabungan dan Anggota, penggabungan dua tabel dengan menggunakan perintah Left Join. Arti dari left join adalah data pada tabel sebelah kiri yaitu tabel Tabungan akan dimunculkan semua datanya. Pada tabungan t, hutuf t adalah alias dari tabel Tabungan. Alias pada tabel anggota adalah a. Penggunaan alias ini untuk menyederhanakan perintah SQL, karena nantinya cukup mengetikkan alias tabel pada bagian perintah SQL lainnya, misal pada on t.anggotaid=a.id yang lebih sederhana daripada mengetikkan tabungan.anggotaid=anggota.id. Selain Alias Tabel ada juga Alias Kolom dengan menggunakan perintah as diikuti dengan nama alias kolom yang diinginkan.

Selain left join, terdapat dua perintah join lainnya, yaitu inner join dan right join. Berikut contoh dari penggunaan perintah penggabungan tabel inner join. Arti dari inner join adalah data yang ditampilkan adalah data anggotaid yang terdapat pada kedua tabel, karena data tabungan pasti memiliki anggotaid, maka hasil query antara left join dan inner join tidak ada bedanya.

sql2tabel2

Berikutnya adalah contoh dari penggunaan perintah penggabungan tabel right join, yang artinya data pada tabel di sebelah kanan akan ditampilkan semua. Karena tidak semua anggota memiliki tabungan, maka pada data kolom tabungan akan berisi data null (kosong).

sql2tabel3

Data null yang akan ditampilkan pada Laporan Custom akan menyebabkan Error. Untuk mencegah terjadinya error, dapat menggunakan perintah ifnull, yang format penulisannya ifnull(kolom,data). Data pada format perintah ifnull bisa berupa kolom lainnya yang tidak bernilai null atau bisa berupa teks yang diawali dan diakhir tanda petik satu, misal ‘kosong’ atau ‘’. Pada contoh dibawah menggunakan ‘’ tanpa spasi, sehingga data null yang dimunculkan akan seperti data kosong.

sql2tabel4

Klik : DETAIL…!!!

Restore Database Dengan Data Berukuran Besar

Pada beberapa Software Kami terdapat menu yang dapat menyimpan data gambar atau dokumen dengan ukuran yang besar. Hal ini terkadang dapat menyebabkan error pada saat backup dari database tersebut di restore menggunakan MySQL Administrator, walaupun database tersebut dibackup menggunakan MySQL Administrator juga.

restoredatabesar1

Untuk mengatasi masalah ini harus dilakukan perubahan setting pada MySQL, agar dapat me restore data yang berukuran besar, dengan menambah parameter pada file my.ini yang lokasi nya berada pada C:\program Files\MySQL\mySQL Server 5.1.

restoredatabesar2

Buka file my.ini dengan menggunakan notepad, lalu tambahkan perintah sesuai gambar berikut.

restoredatabesar3

Berikutnya simpan perubahan pada file my.ini, lalu restart komputer. File my.ini berada pada komputer Server, jadi apabila software nya digunakan juga oleh beberapa klien, pastikan software pada komputer klien telah ditutup dulu sebelumnya, saat komputer server di restart.
Apabila setelah restart tapi restore tetap error edit lagi file my.ini dan perbesar ukuran max_allowed_packet nya, dan restart lagi komputer server

Klik : DETAIL…!!!

Cara Install Navicat for MySQL

Navicat for MySQL adalah tool yang digunakan untuk memudahkan dalam membuat aplikasi dengan databasemenggunakan MySQL, seperti memmudahkan pembuatan tabel dan menguji kebenaran perintah SQL yang akan digunakan dalam pembuatan aplikasi. Cara Install Navicat for MySQL dapat dilakukan dengan langkah sbb :
1. Jalankan file setup Navicat seperti gambar berikut ini

installnavicat1

2. Pada tahap awal instalasi klik tombol Next

installnavicat2

3. Berikutnya pda tahap License Agreement, klik opsi I accept the agreement, lalu klik tombol Next

installnavicat3

4. Selanjutnya pada tahap Select Destination Location, klik tombol Next

installnavicat4

5. Sama hal nya pada tahap Select Start Menu Folder, klik tombol Next

installnavicat5

6. Pada tahap Select Additional Tasks centang semua opsi, lalu klik tombol Next

installnavicat6

7. Berikutnya pada tahap Ready to Install, klik tombol Install

installnavicat7

8. Tunggu sampai proses instalasi selesai, lalu klik tombol Finish

installnavicat8installnavicat9

Klik : DETAIL…!!!

Membuat Tabel Dengan Navicat

1. Pertama tentukan pada database mana tabel akan dibuat, misal tabel akan dibuat pada database kspkelas. Maka open kspkelas dengan klik dua kali pada database tersebut. Setelah databse kspkelas sudah dibuka, klik bagian table, kemudian klik kanan pada bagian sebelah kanan, dan pilih menu New Table, maka akan muncul form New Table

buattabel1

buattabel2

2. Ketikan kolom-kolom pada tabel baru yang akan dibuat. Kolom tabel terdiri dari beberapa bagian, seperti Nama kolom (Name), Tipe kolom (Type), dan panjang kolom (Length). Pangjang kolom tidak perlu diisi untuk kolom dengan tipe Date atau Datetime. Sedangkan untuk tipe kolom Double atau Single, selain isi panjang kolom, decimals juga harus diisi dengan jumlag panjang desimal yang diinginkan. Opsi Not Null untuk menentukan apakah kolom ybs boleh kosong (null) atau tidak.
Berikut penjelasan mengenai beberapa tipe kolom :
Varchar = tipe kolom untuk data teks, panjang kolom (length) harus diisi dengan jumlah karakter/huruf yang dapat disimpan oleh kolom yang bersangkuran
Double = tipe kolom untuk data angka yang dapat memiliki desimal, untuk tipe ini panjang kolom dan jumlah desimal harus diisi
Date = tipe kolom untuk data tanggal, untuk tipe kolom ini panjang kolom tidak perlu diisi. Format data tanggal yang disimpan adalah yyyy-mm-dd (y=tahun, m=bulan, d=tanggal)
Datetime = tipe kolom untuk data tanggal dan jam. Format data tanggal dan jam yang akan disimpan adalah yyyy-mm-dd HH:MM:ss (H=Jam, M=menit, s=detik)

buattabel3

3. Selanjutnya akan dibahas mengenai Index. Index digunakan untuk menentukan kolom kunci pada tabel yang berfungsi mempercepat proses menampilkan data pada penggunaan perintah SQL. Tentukan nama index, kemudian pilih kolom yang akan diindex, dengan cara mencentang pada kolom tersebut. Untuk satu index dapat terdiri dari beberapa kolom. Untuk index type umum nya hanya dua type yang digunakan Unique atau Normal.
Unique = data pada kolom dengan tipe index maka data pada kolom tersebut tidak boleh sama
Normal = data pada kolom dengan tipe index maka data pada kolom tersebut boleh sama

buattabel4buattabel5

4. Selanjutnya untuk menyimpan tabel yang dibuat dengan klik tombol Save, maka akan muncul form Table Name. Ketik nama tabel pada kolom Enter table name, lalu klik OK. Maka pada daftar tabel akan muncul tabel baru yang dibuat tadi.

buattabel6buattabel7

Klik : DETAIL…!!!